Feeds:
Pos
Komentar

image

“Kenapa? Kenapa mereka tidak menyukaiku? Kenapa aku seperti ini? Kenapa mereka tidak mau mengadopsi aku? Kenapa? Kenapa aku selalu sendirian? Kenapa tuhan? Aku kira mereka akan merawat ku tapi ternyata mereka mengembalikan aku kesini. Apa aku tidak pantas mendapatkan kebahagian? Walaupun hanya sedikit saja?”.
Tangis anak laki-laki itu sangat perih ia sangat sedih karena tidak ada yg mau mengadopsinya entah kenapa saat ia di adopsi iya selalu salah dan akhirnya iya selalu kembali ke panti asuhan, nama anak laki-laki itu adalah Aldra, teman-teman di panti pun selalu menjauhkan dia menganggap dia hanyalah orang tak bermutu.
“Kenapa aku selalu begini? Apa takdirku adalah kesepian dan kesedihan?”.
Keesokan malam anak itu mencoba kabur karena menurutnya “siapa tau kalau aku tidak tinggal disini aku akan bahagia dan mempunyai teman bahkan keluarga:)”.
Dia mencoba untuk kabur saat malam hari di kala orang suda tertidur lelap, ia berhasil kabur tanpa ada yg mengetahuinya.
“Harus kemana aku? Aku jalan sejauh ini apa tidak ada yg kasihan terhadap ku?” (mulai menangis).
Tidak lama ada seorang wanita paruhbaya datang dan bertanya kepada anak itu “hai nama kamu siapa? Kenapa kamu menangis di jalan seperti ini? Apa kamu tersesat? Dimana orang tuamu?” , anak itu menjawab “Aku… Aku tidak memiliki siapapun, aku tidak tau mau kemana aku berjalan” (sambil menangis), karena wanita itu merasa kasihan akhirnya anak itu dibawa pulang kerumah wanita itu, ” Nak, apa kamu mau ikut ibu? Tenang saja ibu ini orang baik ko:)”, anak itu menjawab “benarkah? Kau serius? Hmmm baiklah:)”. Anak itu sangat senang sekali karena menurutnya ia akan mendapat orang tua baru.
Namun ternyata ia di rumah wanita itu hanya 1 minggu karena majikan wanita itu meminta anak itu untuk tinggal dengannya, masa suram nan sulit pun terjadi anak itu hanya di jadikan babu, dia pun hanya di beri makan 1 kali sehari, anak itu selalu menangis setiap malam iya ingin pergi pergi dari tempat neraka iniūüė• tapi ia tidak bisa melarikan diri karena selalu ketahuan, dia selalu disalahkan di siksa dan di maki-maki anak kecil yang baru saja berusia 10 tahun itu hanya bisa diam dan menangis. “Tuhan, kenapa menjadi seperti ini? Aku.. Akuu sangat tersiksa disini Tuhan apakah ada jalan kebahagian untuk aku?”, anak itu tertidur dan bermimpi bersama orang tuanya, “kalian siapa? Mengapa kalian begitu hangat?”, “kami adalah orang tua mu sayang,maaf kami meninggalkanmu kami tidak mengurusmu sebenarnya aku ingin menjadi ibu yg terbaik untuk mu namun” (kata-katanya terputus) “Namun apa bu? Apa kalian tidak suka aku?” , “tidak nak alasannya karena kami ini sudah tiada dan kami akan menjemputmu bersama kami apa kamu mau?” , ” benarkah? Ini sungguh? Akuu mauu sekali ibu ayah aku ingin bersama kalian untuk selamanya”. Orangtuanya hanya tersenyum manis, mereka pun pergi kesebuah cahaya yg menuju surga anak itu terlihat sangat bahagia sekali dia tertawa dan tersenyum manis:) , namun apa yg terjadi di dunia nyata? Ternyata anak itu ditemukan sudah meninggal namun dia tersenyum manis seakan tidak mempunyai beban dan kesedihan lagi.
Apa mungkin itu takdirnya, jika ia bahagia kami hanya bisa mendoakan yg terbaik untuknya:).

Pada suatu hari tinggalah seorang gadis muda yg masih sekolah tingkat pertama (smp). Ya gadis itu memiliki paras menarik ia suka tertawa dan menghibur banyak orang tetapi di balik semua itu ia memendam rasa sakit yg mendalam suatu rahasia di balik sisi kehidupannya yg tidak orang ketahui bahkan orang tuanya pun sendiri.

Gadis belia itu bernama Hime, ya mungkin saat sekolah ia terlihat baik-baik saja tetapi saat di rumah dia berbeda sikap nya tidak seperti ia di sekolah atau di luar rumahnya.

Kenapa ia seperti itu? Itu karena sikap orang tua nya terhadap ia, saat ada teman nya yg bermain di rumah mungkin mama nya biasa saja dan terlihat sangat baik, dan mungkin yg orang lihat papa nya begitu menghawatirkan Hime, namun di balik semua itu selalu saja ada perkara besar maupun kecil antara mama dan papa nya.

Bahkan seusai bertengkar gadis itu yg selalu di salahkan di bentak dan di ancam dengan omongan yg begitu kasar dan tidak pantas di tunjukan kepada anaknya. Secara luar mungkin terlihat keluarga gadis itu baik-baik saja namun jika di lihat secara dalam ada sisi gelap yg begitu nyata dan seakan-akan gadis itu minta tolong untuk keluarkan dia dari dunia kelam ini.

Pernah saat orang tuanya bertengkar papa gadis itu menyodorkan pisau ke arah nenek tercintanya lalu gadis itu menghalanginya dan mengangis saat itu mamanya hanya diam membisu, saat papanya dalam tingkat emosi tinggi secara spontan papanya meninju gadis itu dan alhasil gadis itu mendapat luka sembab di sekitar mata kirinya. Gadis yg amat sedih namun temannya tidak tau itu malah bila di sekolah gadis itu dibilang ga tau diri,lupa daratan,dll meskipun hanya bercanda ia sebenarnya sakit namun hanya dibalas dengan senyum palsu. Saat ada masalah di sekolah ia tidak mendapat hiburan untuk masalahnya malah kritikan pedas yg terlontar.

Gadis itu hanya membutuhkan kebahagian dan kasih sayang untuknya tetapi ia tidak pernah bilang apapun. Iya gadis itu memang memiliki kekasih kenapa ia memperjuangkan itu karena ia merasa nyaman dan bahkan iya menemukan kasih sayang dan perhatian yg harusnya itu dari orang tuanya, gadis itu cukup bahagia namun setelah iya sampai dirumah pasti selalu saja ada masalah. Sebenarnya hati gadis itu sudah hancur karena perkataan-perkataan yg kasar yg keluar dari mulut orang tua nya.

Dalam keluarganya gadis itu hanya dekat sekali dengan nenek nya karena nenek nya yg mengerti dan mengurusnya sejak bayi. Semakin tumbuh dewasa gadis itu terlihat seperti anak kecil bila dengan teman nya atau kekasih nya, karena ia ingin sekali mendapat candaan yg bisa menghiburnya. Setiap kali berdoa gadis itu selalu berharap agar orang tuanya mendapat muzijat untuk menjadi orang tua yg sewajarnya.

Setiap malam iya menangis dan bersedih apalagi jika mengingat kejadian-kejadian kelam yg ia lalui selama ini serasa riburan panah menusuk hatinya dan membuatnya semakin menjerit kesakitan namun apa daya dia tidak ingin membuat orang lain khawatir karena dirinya dan dia tidak ingin ada yg tau tetang dia sesungguhnya

.

Maung Bodas

Mempelajari sejarah dan kebudayaan Panjalu tidak akan lepas dari berbagai tradisi, legenda, dan mitos yang menjadi dasar nilai-nilai kearifan budaya lokal, salah satunya adalah mitos Maung Panjalu (Harimau Panjalu). Sekelumit kisah mengenai Maung Panjalu adalah berlatar belakang hubungan dua kerajaan besar di tanah Jawa yaitu Pajajaran (Sunda) dan Majapahit.

Menurut Babad Panjalu kisah Maung Panjalu berawal dari Dewi Sucilarang puteri Prabu Siliwangi yang dinikahi Pangeran Gajah Wulung putera mahkota Raja Majaphit Prabu Brawijaya yang diboyong ke Keraton Majapahit. Dalam kisah-kisah tradisional Sunda nama Raja-raja Pajajaran (Sunda) disebut secara umum sebagai Prabu Siliwangi sedangkan nama Raja-raja Majapahit disebut sebagai Prabu Brawijaya.

Ketika Dewi Sucilarang telah mengandung dan usia kandungannya semakin mendekati persalinan, ia meminta agar dapat melahirkan di tanah kelahirannya di Pajajaran, sang pangeran mau tidak mau harus menyetujui permintaan isterinya itu dan diantarkanlah rombongan puteri kerajaan Pajajaran itu ke kampung halamannya disertai pengawalan tentara kerajaan.

Suatu ketika iring-iringan tiba di kawasan hutan belantara Panumbangan yang masuk ke dalam wilayah Kerajaan Panjalu dan berhenti untuk beristirahat mendirikan tenda-tenda. Di tengah gelapnya malam tanpa diduga sang puteri melahirkan dua orang putera-puteri kembar, yang lelaki kemudian diberi nama Bongbang Larang sedangkan yang perempuan diberi nama Bongbang Kancana. Ari-ari kedua bayi itu disimpan dalam sebuah pendil (wadah terbuat dari tanah liat) dan diletakkan di atas sebuah batu besar.

Kedua bocah kembar itu tumbuh menuju remaja di lingkungan Keraton Pakwan Pajajaran. Satu hal yang menjadi keinginan mereka adalah mengenal dan menemui sang ayah di Majapahit, begitu kuatnya keinginan itu sehingga Bongbang Larang dan Bongbang Kancana sepakat untuk minggat, pergi secara diam-diam menemui ayah mereka di Majapahit.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka tiba dan beristirahat di belantara kaki Gunung Sawal, Bongbang Larang dan Bongbang Kancana yang kehausan mencari sumber air di sekitar tempat itu dan menemukan sebuah pendil berisi air di atas sebuah batu besar yang sebenarnya adalah bekas wadah ari-ari mereka sendiri.

Bongbang Larang yang tak sabar langsung menenggak isi pendil itu dengan lahap sehingga kepalanya masuk dan tersangkut di dalam pendil seukuran kepalanya itu. Sang adik yang kebingungan kemudian menuntun Bongbang Larang mencari seseorang yang bisa melepaskan pendil itu dari kepala kakaknya. Berjalan terus kearah timur akhirnya mereka bertemu seorang kakek bernama Aki Ganjar, sayang sekali kakek itu tidak kuasa menolong Bongbang Larang, ia kemudian menyarankan agar kedua remaja ini menemui Aki Garahang di pondoknya arah ke utara.

Aki Garahang yang ternyata adalah seorang pendeta bergelar Pendita Gunawisesa Wiku Trenggana itu lalu memecahkan pendildengan sebuah kujang sehingga terbelah menjadi dua (kujang milik sang pendeta ini sampai sekarang masih tersimpan di Pasucian Bumi Alit). Karena karomah atau kesaktian sang pendeta, maka pendil yang terbelah dua itu yang sebelah membentuk menjadi selokan Cipangbuangan, sedangkan sebelah lainnya menjadi kulah (kolam mata air) bernama Pangbuangan.

Sebagai tanda terima kasih, kedua remaja itu kemudian mengabdi kepada Aki Garahang di padepokannya, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Majapahit. Suatu ketika sang pendeta bepergian untuk suatu keperluan dan menitipkan padepokannya kepada Bongbang Larang dan Bongbang Kancana dan berpesan agar tidak mendekati kulah yang berada tidak jauh dari padepokan.

Kedua remaja yang penuh rasa ingin tahu itu tak bisa menahan diri untuk mendatangi kulah terlarang yang ternyata berair jernih, penuh dengan ikan berwarna-warni. Bongbang Larang segera saja menceburkan diri kedalam kulah itu sementara sang adik hanya membasuh kedua tangan dan wajah sambil merendamkan kedua kakinya.

Betapa terkejutnya sang adik ketika Bongbang Larang naik ke darat ternyata wajah dan seluruh tubuhnya telah ditumbuhi bulu seperti seekor harimau loreng. Tak kalah kagetnya ketika Bongbang Kancana bercermin ke permukaan air dan ternyata wajahnya pun telah berubah seperti harimau sehingga tak sadar menceburkan diri kedalam kulah. Keduanyapun kini berubah menjadi dua ekor harimau kembar jantan dan betina.

Hampir saja kedua harimau itu akan dibunuh oleh Aki Garahang karena dikira telah memangsa Bongbang Larang dan Bongbang Kancana. Namun ketika mengetahui kedua harimau itu adalah jelmaan dua putera-puteri kerajaan Pajajaran yang menjaga padepokannya sang Pendeta tidak bisa berbuat apa-apa. Ia berpendapat bahwa kejadian itu sudah menjadi kehendak Yang Mahakuasa, ia berpesan agar kedua harimau itu tidak mengganggu hewan peliharaan orang Panjalu, apalagi kalau mengganggu orang Panjalu maka mereka akan mendapat kutukan darinya.

Kedua harimau jejadian itu berjalan tak tentu arah hingga tiba di Cipanjalu, tempat itu adalah kebun milik Kaprabon Panjalu yang ditanami aneka sayuran dan buah-buahan. Di bagian hilirnya terdapat pancuran tempat pemandian keluarga Kerajaan Panjalu. Kedua harimau itu tak sengaja terjerat oleh sulur-sulur tanaman paria oyong (sayuran sejenis terong-terongan) lalu jatuh terjerembab kedalam gawul (saluran air tertutup terbuat dari batang pohon nira yang dilubangi) sehingga aliran air ke pemandian itu tersumbat oleh tubuh mereka.

Prabu Sanghyang Cakradewa terheran-heran ketika melihat air pancuran di pemandiannya tidak mengeluarkan air, ia sangat terkejut manakala diperiksa ternyata pancurannya tersumbat oleh dua ekor harimau. Hampir saja kedua harimau itu dibunuhnya karena khawatir membahayakan masyarakat, tapi ketika mengetahui bahwa kedua harimau itu adalah jelmaan putera-puteri Kerajaan Pajajaran, sang Prabu menjadi jatuh iba dan menyelamatkan mereka dari himpitan saluran air itu.

Sebagai tanda terima kasih kedua harimau itu bersumpah dihadapan Prabu Sanghyang Cakradewa bahwa mereka tidak akan mengganggu orang Panjalu dan keturunannya, bahkan bila diperlukan mereka bersedia datang membantu orang Panjalu yang berada dalam kesulitan. Kecuali orang Panjalu yang meminum air dengan cara menenggak langsung dari tempat air minum (teko, ceret, dsb), orang Panjalu yang menanam atau memakan paria oyong, orang Panjalu yang membuat gawul (saluran air tertutup), maka orang-orang itu berhak menjadi mangsa harimau jejadian tersebut.

Selanjutnya kedua harimau kembar itu melanjutkan perjalanan hingga tiba di Keraton Majapahit dan ternyata setibanya di Majapahit sang ayah telah bertahta sebagai Raja Majapahit. Sang Prabu sangat terharu dengan kisah perjalanan kedua putera-puteri kembarnya, ia kemudian memerintahkan Bongbang Larang untuk menetap dan menjadi penjaga di Keraton Pajajaran, sedangkan Bongbang Kancana diberi tugas untuk menjaga Keraton Majapahit.

Pada waktu-waktu tertentu kedua saudara kembar ini diperkenankan untuk saling menjenguk. Maka menurut kepercayaan leluhur Panjalu, kedua harimau itu selalu berkeliaran untuk saling menjenguk pada setiap bulan Maulud.

Sumatra Utara adalah yang terlambat menerima oprasi tentangProklamasi Kemerdekaan indonesia.mr.teukumohammad hasan yang diangkat menjadi gubernur menyampai kabar gembira itu pada tanggal27 agustus 1945.atas perintah pemerintahan pusat di jakarta,beliau menegakkan kedaulatan republik di suatra.
pada tanggal 13 september 1945,seorang bekas perwira tentara sukarela yang bernama Achmad tahir memelopori pembentukan barisan pemuda indonesia.beliau menggalang para untuk mengambil alih kekuasaan dan senjata dari tangan jepang pada tanggal 4 oktober 1945.
sebelum sekutu tiba disana,sekelompok komando belanda yang dipimpin oleh westerlig telah tiba.baru kemudian,tanggal 9 oktober 1945 sekutu(tentara inggris atau gurkha) tiba dimedan dengan membonceng tentara belanda dan NICA.Melihat gelagat yang kurang baik,para pemuda disana segera membentuk tentara keamanan rakyat (TKR).
Perkiraan itu ternyata benar.pertempuranpun pecah pada tanggal 13 oktober 1945.pertempuran ini awal dari perjuangan bersenjata bagi rakyat di medan.pertempuran ini di kenal dengan nama pertempuran medan area.bentrokan antara rakyat indonesia dengan belanda kemudian menjalar ke seluruh kota medan.karena Lanjut Baca »

Putri Cliyta Pryyana

Cliyta Pryyana adalah seorang gadis yang caktik baik hati dan keluarganya sangat kaya raya tapi ia tidak sombong,pada suatu hari ada orang yang sirik dan iri ia ingin merebut harta yang keluarga Cliyta miliki,orang yang sirik dan iri itu bernama ontriy dania memiliki 3 orang anak yang bernama sriyni,tatan,griyyal anak anak ini sangat sombong dan sama seperti ibunya,ibunya adalah seorang penyihir lalu ia tau bagaimana ia dapat memiliki harta kekayaan itu.caranya membunuh ibundanya cliyta rencana itupun berhasil lalu ia menikah dengan Lanjut Baca »

bahaya merokok

rokok merupakan benda yang tidak asing lagi bagi kita.merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat.bahaya merokok bagi kesehatan telah di teliti dan di buktikan banyak orang.efek efek yang di timbulkan akibat merokok pun sudah di ketahui dengan jelas.banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung,gangguan pembuluh darah,kanker paru paru,kanker rongga mulut,bronkitis,tekanan darah tinggi,impotensi,serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.rokok memiliki kandungan zat zat yang berbahanya bagi tubuhzat zat yang terkandung dalam rokok diantaranya nikotin,karbonmonoksida,dan tar.

NIKOTIN

Nikotin adalah Lanjut Baca »

Kerajaan tertua di wilayah Nusantara adalah Kerajaan Kutai.Kerajaan ini terletak di wilayah Provinsi Kalimantan Timur,tepatnya di sebuah kota kecamatan yang bernama Muarakaman.Daerah ini yang merupakan daerah percabangan antara sungai Mahakam dengan sungai Kedang Rantau.Kerajaan berdiri pada tahun 400 masehi. Lanjut Baca »

%d blogger menyukai ini: